Beranda    /    Kabar    /    Kado buat Kota Tercinta Jilid 7; Diskusi Tentang "Bagongan"

Kabar

Kado buat Kota Tercinta Jilid 7; Diskusi Tentang "Bagongan"

Oleh: Admin
24 Mei 2017

Purbalingga, 26 Desember 2015 - Ruang putar di Mabes CLC Purbalingga tak cukup menampung penonton, karenanya pembatas ruang pun dibuka agar penonton yang datang belakangan bisa menikmati persembahan Kado buat Kota Tercinta jilid 7 dari CLC.

Malam itu, Sabtu, 26 Desember 2015, CLC menggelar program tahunan yang kali ini memasuki tahun ketujuh. Program dalam rangka ulang tahun Purbalingga ke-185 ini mengangkat tema "Coreng-Moreng Pilkada".

Pada kesempatan itu, diputar sekaligus didiskusikan empat film dokumenter pendek berjudul Pilu KPU, Bagongan?, Runtuhnya Hegemoni Partai, dan Kontra Panwas. Puluhan penonton tak hanya datang dari Purbalingga tapi juga dari kabupaten tetangga seperti Banyumas dan Cilacap.

Sementara penonton dari Purbalingga, tidak hanya dari pecinta sinema namun juga dari pihak KPU Purbalingga, pendukung pasangan Sugeng-Cipto, dan tim sukses Tasdi-Tiwi. Saat diskusi, peserta banyak yang menyoroti film Bagongan?.

Divisi Sosialisasi KPU Purbalingga Mey Nurlela mengawali pernyataan terkait apakah Pilkada di Purbalingga ada calon boneka? Pihaknya tidak tahu seperti apa desain di luar. "Kami hanya tahu, ketika hari terakhir ada calon yang mendaftar, komplit secara administrasi, lalu kami verifikasi. Itu saja, diluar itu kami tidak tahu," jelasnya.

Sementara Marno Nino, koordinator relawan Gerakan Coblos Bagong (GCB), mengatakan target gerakannya membuat pasangan calon nomor 1 kocar-kacir. "Dan dengan perolehan suara yang hanya terpaut sembilan persen, kami merasa ada kemenangan secara moral. Meskipun pada waktu-waktu terakhir, kami menduga kembali ada permainan dilevel atas yang merugikan relawan," tegasnya.

Pada sesi diskusi, semua peserta menjadi narasumber. Siapapun boleh bertanya, menjawab pertanyaan, atau mengungkapkan pendapat. Bahkan membuka tabir yang hingga detik ini belum terungkap terkait Pilkada Purbalingga tahun 2015.

"Kami menerima berbagai masukan terkait konten film. Bila memungkinkan akan dilakukan pengeditan ulang. Karenanya, kompilasi film ini diharapkan ada pihak-pihak untuk memutar dan mendiskusikannya," ungkap Direktur CLC Bowo Leksono.





Baca juga