Beranda    /    Kabar    /    Layar Tanjleb HUT Kemerdekaan RI Desa Makam, Kec. Rembang, Purbalingga

Kabar

Layar Tanjleb HUT Kemerdekaan RI Desa Makam, Kec. Rembang, Purbalingga

Oleh: Admin
21 Agustus 2017

Hujan yang mengguyur Desa Makam, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga tidak menyurutkan antusias warga untuk menyaksikan layar tanjleb dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 pada Sabtu malam, 19 Agustus 2017. Dengan menggunakan payung, mereka bergerombol di depan rumah warga menunggu dimulainya pemutaran layar tanjleb. Hujan yang semakin deras justru membuat masyarakat yang datang semakin bertambah.

Sebelum acara pemutaran film, panitia mengadakan acara pembagian hadiah bagi para pemenang rangkaian lomba yang diadakan dua hari sebelumnya, diantaranya lomba tarik tambang ibu – ibu, balap karung anak, dan gebuk air ibu – ibu. Dengan wajah gembira mereka menerima bermacam hadiah, dari mulai kopi, teh, sampai minyak goreng.

Film yang diputar di layar tanjleb ini merupakan film pendek dari Purbalingga, terutama film pelajar. Diantaranya film Izinkan Saya Menikahinya, sutradara Raeza Raenaldy, bercerita tentang anggota TNI yang dilarang menikah dengan putri mantan tapol, film ini sendiri diproduksi di kecamatan Rembang. Diputar juga film Penganten Sunat, sutradara Indri Yani dari Saka Film, SMK Muhammadiyah Bobotsari, dan juga film Bunga – Bunga Devisa Banyumas, garapan Bowo Leksono yang mengambil latar tempat di Desa Makam. Selain itu diputar juga dokumentasi lomba dalam rangka HUT RI dari tahun 2014 sampai 2017, hal ini menjadi magnet bagi masyarakat untuk tetap bertahan di depan layar. Gelak tawa dan keriuhan terdengar ketika dokumentasi sedang diputar

  "Dokumentasi video seperti ini sangat berguna karena dapat dijadikan arsip yang berharga di masa mendatang," ujar Kepala Dusun II, Tuwarno, saat memberi sambutan mewakili Kepala Desa Makam.  

Tepat tengah acara, listrik padam, beruntung panitia sudah menyiapkan genset sehingga pemutaran tetap berlanjut dan tetap ramai sampai selesai.

Pemuda Anjatan, Canggih Setyawan mengaku sengaja memutar film-film pelajar Purbalingga pada gelaran tersebut agar warga mengenal film-film garapan pelajar. 

"Kami bekerja sama dengan CLC Purbalingga yang mendukung peralatan dan materi film.  Sudah tiga tahun kami ini mengadakan pemutaran film sebagai media mengenalkan dan mendekatkan film dengan masyarakat," ujar mahasiswa FISIP Universitas Jenderal Soedirman tersebut.

Menurut dia, masih banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa film pelajar di Purbalingga sudah dikenal di luar daerah. Bahkan, seringkali menyabet penghargaan pada sejumlah festival film tingkat nasional. 






Baca juga