Beranda    /    Kabar    /    Film Lolos Kurasi Kompetisi Fiksi dan Dokumenter Pelajar

Kabar

Film Lolos Kurasi Kompetisi Fiksi dan Dokumenter Pelajar

Oleh: Admin
29 Juli 2018

KOMPETISI FIKSI

1. DI DASAR AIR

Intan Karunia|Fiksi|06’37’’|SMK N Gombong, Kebumen|2018

Ayu pelancong dari kota, memotret kegiatan penangkapan ikan dengan dua cara yang berbeda. Hasrat petualang Ayu membawanya pada obrolan dengan salah satu nelayan yang membeberkan sebuah cerita yang tak ia sangka.


2. MELAWAN ARUS

Eka Saputri|Fiksi|09’57’’|SMK N 1 Kebumen|2018

Yono patah semangat untuk bertahan di tanah yang menjadi sengketa. Ia mengajak istrinya, Siti, untuk pindah. Siti tetap kukuh dengan pendirian, untuk tetap tinggal dan menanam.


3. SAWAH MARJINAL

Fandina Oktaviana|Fiksi|08’52’’|SMK YPLP Perwira, Purbalingga|2018

Jupri, pegawai kelurahan suruhan Dona, seorang pengembang perumahan tak berhasil membujuk Darno untuk menjual sawah miliknya yang berada di komplek perumahan. Usaha lain pun tak mempan hingga akhirnya lewat Amin, satu-satunya anak Darno. Setelah tak mempunyai sawah, Darno beralih sebagai pedagang, namun gagal.


4. TANAH TUAN TANAH

Hestika Sari|Fiksi|08’09’’|SMK Karanggayam, Kebumen|2018

Agus bercita-cita menjadi petani unggul dengan memilih kuliah di jurusan pertanian. Ayah dan ibunya merestui impian Agus dan menjual satu-satunya sawah milik mereka. Agus lulus, dan ia gagal.


5. UMBUL-UMBUL

Atik Alvianti|Fiksi|10’25”|SMK HKTI 2 Purwareja Klampok, Banjarnegara|2018

Dimin bekerja sebagai penjual poster pahlawan nasional di pinggir jalan. Sementara istri Dimin, Karti, sedang hamil dan repot mengurus Tabah yang masih balita. Suatu ketika, Dimin dituduh tak nasionalis oleh Pak RT lantaran saat masuk bulan Agustus tak memasang bendera dan umbul-umbul di depan rumahnya. Padahal, setiap hari keluarga itu masih direpotkan kedatangan tukang kredit.


6. SINAU BARENG

Firman Fajar Wiguna|Fiksi|04’36’’|SMA N 2 Purbalingga|2018

Asri, tak mampu menolak pemberian LKS dari uang Dinda karena Dinda berjanji mau belajar bersama Asri dan tidak menyontek lagi.


KOMPETISI DOKUMENTER 1

1.SUM

Firman Fajar Wiguna|Dokumenter|14’16’’|SMA N 2 Purbalingga|2018

 Sum, perempuan bekas aktivis Barisan Tani Indonesia (BTI) setelah menghuni penjara 13 tahun, hidup dalam kesendirian. Ia terus menunggu berbaliknya realita zaman.


2. KAMPUNG GEMPLONG

Bayu Ragil Saputra|Dokumenter|14’13’’|SMK N 1 Karanggayam, Kebumen|2018

Gemplong adalah tradisi menumbuk makanan yang terbiasa dilakukan oleh masyarakat Desa Giritirta, Kebumen.


3. KARS GOMBONG

Franky Andre Permata|Dokumenter|11’36’’|Cadaz Production SMK Bina Karya 1 Karanganyar,Kebumen|2018

Pegunungan Karst di Gombong menjadi salah satu magnet bagi investor, tambang semen rencananya akan dibangun di wilayah ini. Di sisi lain pertambangan tradisional sudah sejak lama beralangsung. Konflik pun muncul.


4. NAPAK TILAS

Achmad Abdul Toyib|Dokumenter|15’00’’|SMK N 1 Bojongsari, Purbalingga|2018

Desa Onje merupakan desa yang berada di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Desa ini mempunyai babad atau sejarah tersendiri.


KOMPETISI DOKUMENTER 2

1. GUNUNG JAMBU

Aina Mardiyah|Dokumenter|08’44’’|SMK Muhammadiyah Majenang, Cilacap|2017

Gunung Jambu adalah kawasan bersejarah yang ada di kawasan Cilongkrang, Wanareja, Cilacap.


2. WARISAN TAK KASAT MATA

Sekar Fazhari|Dokumenter|17’09”|SMAN Bukateja, Purbalingga|2018

Dokumenter ini menelusur warisan beberapa bangunan cagar budaya di Purbalingga yang sudah lenyap, berubah bentuk, dan masih ada namun membutuhkan pengawalan serius. Terlebih dengan diundangkannya Perda No. 5 Tahun 2017 tentang Pengelolaan dan Pelestarian Cagar Budaya. 


3. KEHIDUPAN NELAYAN

Tri Wahyuni|Dokumenter|12’35’’|SMK N 1 Cilacap|2017                                                     

Kita sering kali menikmati hasil laut yang didapat nelayan. Namun apakah kita tahu bagaimana kehidupan nelayan? Film ini hendak bercerita tentang kehidupan nelayan.


4. LURUB MBAH LANCING

Novia Istrianingsih|Dokumenter|14’15’’|SMK N 1 Kebumen|2017                              

Mbah Renteng, adalah orang yang dipercaya untuk membatik kain yang digunakan sebagai Lurub pada makam Mbah Lancing. Makam Mbah Lancing yang dinyatakan sebagai Cagar Budaya ini hingga kini masih sering dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah.






Baca juga