Beranda    /    Kegiatan    /    BIORA 2015; Muncul Kritik Teknis Film

Kegiatan

BIORA 2015; Muncul Kritik Teknis Film

Oleh: Admin
24 Mei 2017

Usai gelaran akbar Festival Film Purbalingga (FFP) pada Mei 2015 lalu, Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga mulai menggelar program reguler Bioskop Rakyat (Biora), berupa pemutaran dan diskusi film.

Untuk mengawali kegiatan dengan memutar program Indonesia Raja berupa kolaborasi regional pertukaran program film pendek antar wilayah/kota di Indonesia. Pekan ini, diputar program Indonesia Raja berupa pemutaran dan diskusi film-film pendek asal Medan pada Sabtu sore, 4 Juli 2015 di Mabes CLC sekaligus sebagai kegiatan ngabuburit jelang buka puasa.

Sebagian besar penonton dipadati pelajar dan anak muda Purbalingga dan sekitarnya. Mereka datang dari beberapa sekolah yang memang haus akan apresiasi berupa tontonan film-film pendek. Usai pemutaran digelar diskusi seputar film-film yang diputar. Pertanyaan dan pernyataan kebanyakan terkait soal teknis film.

"Secara teknis keempat film dari Medan ini lumayan bagus, hanya kenapa gambarnya banyak yang still. Padahal  di  beberapa  adegan  sangat  memungkinkan  eksplorasi. Contohnya adegan berkekahi di film Boru Lintang. Adegan itu jadi terlihat hambar dengan shoot diam," tutur Putri Amalia, siswi SMK Kaligondang, Purbalingga.

Kompilasi Indonesia Raja dari Medan terdiri dari empat film pendek. Boru Lintang karya sutradara Muhammad Abrar berkisah tentang seorang pemuda Kampung Pakantan bernama Iken yang menaruh hati pada Halisa, namun terhalang oleh ayahnya. Harga Waktu Ayah karya sutradara Robby Syahputra tentang seorang anak yang ingin melewati detik-detik terakhir dalam hidupnya bersama ayah.

Sementara film Garis Batas Pilihan Kami sutradara Dedek Satria Angga tentang kisah tiga sahabat yang ingin mencoba peruntungan nasib di kota besar dan Lega karya Djenni sebuah film pendek tanpa dialog.

Pegiat CLC Asep Triyatno yang kala itu menjadi moderator diskusi mengatakan, pemutaran program Indonesia Raja bisa menjadi tempat mendapatkan referensi film-film pendek dari luar kota. "Kita jadi tahu bagaimana dan sampai dimana perkembangan kualitas film pendek di Medan," jelasnya.

Bioskop Rakyat yang menghadirkan program Indonesia Raja di Purbalingga akan hadir kembali Sabtu pekan depan. Rencananya menghadirkan film-film pendek dari kota Semarang.





Baca juga