Beranda    /    Kegiatan    /    Turah di FFP 2017

Kegiatan

Turah di FFP 2017

Oleh: Admin
4 Agustus 2017

Film berdialek Tegal berjudul Turah berkesempatan diputar dan didiskusikan di Festival Film Purbalingga (FFP) 2017 setelah berkeliling beberapa desa di program Layar Tanjleb. Pada Kamis malam, 3 Agustus 2017, di Graha Adiguna komplek pendopo bupati Purbalingga, film karya sutradara muda Wicaksono Wisnu Legowo ini kembali bersemuka penontonnya.

Film yang diproduksi tahun 2016 dengan durasi 83 menit ini tentang kisah warga pesisir bernama Kampung Tirang. Kerasnya persaingan hidup menyisakan orang-orang kalah. Harapan untuk keluar dari rasa takut hadir dari tokoh Turah dan Jadag dengan caranya masing-masing. 

“Skenario film ini sudah saya tulis sejak tahun 2014 lalu based on location, karena sebelumnya beberapa kali saya membuat film pendek di lokasi Kampung Tirang ini,” ungkap Wisnu, yang juga menulis skenario film ini membuka diskusi usai pemutaran.

Kapasitas Graha Adiguna sekitar 130 kursi hanya menyisakan beberapa kursi kosong. Penonton antusias mengikuti pemutaran dan jalannya diskusi. Meski berjudul Turah, hampir sepanjang film, sosok Jadag justru menjadi sentral cerita. 

Menurut Wisnu, Turah menjadi judul film karena hanya dia tokoh yang tahu kehidupan tokoh-tokoh lain. “Langkah dalam kehidupan Turah menyambungkan langkah tokoh-tokoh lain film kami,” jelasnya. 

Film yang sempat menyabet penghargaan Special Mention (Asian Feature Competition) di Singapore International Film Festival (SIFF) dan Netpac Award di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ini akan masuk jaringan bioskop Indonesia mulai 16 Agustus 2017.

Direktur FFP Bowo Leksono mengatakan, FFP kembali berkesempatan memutar film panjang berkualitas dari komunitas film di Indonesia. “Ini menggembirakan, terlebih tidak hanya filmnya yang bertemu warga Banyumas Raya namun juga pembuatnya,” katanya.






Baca juga